Oleh Andari Karina Anom
Tana Toraja di Sulawesi Selatan sudah lama terkenal dengan alam
pegunungannya yang permai serta ritual adatnya yang unik. Yang paling
tersohor, tentu saja, pesta Rambu Solo yang digelar menjelang pemakaman
tokoh yang dihormati. Tiap tahun pesta yang berlangsung di beberapa
tempat di Toraja ini senantiasa mengundang kedatangan ribuan wisatawan.
Selain Rambu Solo, sebenarnya ada satu ritual adat nan langka di
Toraja, yakni Ma’ Nene’, yakni ritual membersihkan dan mengganti busana
jenazah leluhur. Ritual ini memang hanya dikenal masyarakat Baruppu di
pedalaman Toraja Utara — sebuah kabupaten baru. Biasanya, Ma’ Nene’
digelar tiap bulan Agustus.
Saat Ma’ Nene’ berlangsung, peti-peti mati para leluhur, tokoh dan
orang tua, dikeluarkan dari makam-makam dan liang batu dan diletakkan di
arena upacara. Di sana, sanak keluarga dan para kerabat sudah
berkumpul. Secara perlahan, mereka mengeluarkan jenazah (baik yang masih
utuh maupun yang tinggal tulang-belulang) dan mengganti busana yang
melekat di tubuh jenazah dengan yang baru.
20 contoh layout website yang dibuat dengan PhotoShop
14 tahun yang lalu



















